Sedang memuat ...

Halaman Artikel Gallery Infografis Agenda
Rencana Strategis BLUD UPT Puskesmas CIbatu Tahun 2025-2026
  1. Tujuan, Sasaran, Strategi Dan Arah Kebijakan UPT Puskesmas Cibatu
    1. Tujuan

Tujuan dan sasaran UPT Puskesmas Cibatu mengikuti tujuan dan sasaran dinas kesehatan. Hal ini ditujukan agar terdapat kesinambungan perencanaan UPT Puskesmas Cibatu dan dinas kesehatan sesuai dengan amanat permendagri no 79 tahun 2019. Berikut penjelasan tujuan dan UPT Puskesmas Cibatu Mengacu pada rencana strategis dinas kesehatan, maka tujuan yang ditetapkan UPT Puskesmas Cibatu adalah :

Tujuan :

  1. Meningkatnya aksesibilitas pelayanan kesehatan yang bermutu
  2. Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik

 

Atas tujuan tersebut, maka sasaran yang ditetapkan UPT Puskesmas Cibatu adalah :

  1. Meningktakan                        Pelaksanaan                          Integrasi Pelayanan         Kesehatan Primer Secara Bertahap
  2. Meningkatkan Transformasi Teknologi Kesehatan
  3. Meningkatkan Akuntabilitas Kinerja Perangkat Daerah

 

    1. Sasaran Puskesmas

Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan organisasi dan menggambarkan hal – hal yang ingin dicapai melalui tindakan - tindakan yang akan dilakukan secara operasional.

Sasaran dan indikator sasaran UPT Puskesmas Cibatu berdasarkan tujuan sebagai berikut:

 

 

NO

TUJUAN

SASARAN BLUD

PUSKESMAS

INDIKATOR SASARAN

1.

Meningkatnya aksesibilitas pelayanan kesehatan yang bermutu

Meningktakan Pelaksanaan Kesehatan yang bermutu

  1. Persentase ibu hamil mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar
  2. Persentase     ibu     bersalin                       mendapatkan                       pelayanan persalinan sesuai standar
  3. Persentase balita mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar
  4. Persentase penderita hipertensi mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar
  5. Persentase     ODGJ     berat                       mendapatkan                       pelayanan kesehatan sesuai standar
  6. Persentase bayi baru lahir mendapatkan pelayanan kesehatan neonatal esensial sesuai standa
  7. Persentase anak usia pendidikan dasar mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar
  8. Persentase penduduk umur 15 sd 59 th mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar
  9. Persentase penderita diabetes mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar
  10. Persentase orang terduga TBC mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar
  11. Persentase penduduk umur 60 th keatas mendaptkan skrining kesehatan sesuai standar
  12. Persentase orang beresiko terinfeksi HIV mendapatkan pemeriksaan HIV sesuai standar
  13. Meningkatnya Indeks Keluarga Sehat

 

 

Meningkatkan Transformasi Teknologi Kesehatan

Meningkatnya Nilai Kinerja Puskesmas

2

Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik

Meningkatkan Akuntabilitas Kinerja Puskesmas

  1. Meningkatnya Nilai IKM Puskesmas
  2. Terlaksananya Direktif Pimpinan dalam menjalankan tugas dan fungsi sesuai target yang di berikan
  3. Terkelolanya anggaran di Lingkup UPT Puskesmas Cibatu. secara efisien dan akuntabel
  4. Tersedianya dokumentasi administrasi

Ketatausahaan, perencanaan dan kepegawaian

 

    1. Strategi Dan Arah Kebijakan

Strategi dan kebijakan dibentuk untuk mencapai tujuan dan sasaran. Strategi dirumuskan dengan menentukan langkah pilihan yang tepat melalui analisis metode SWOT.

Adapun interaksi dan hasil interaksi dapat diikuti pada tabel berikut: Analisis SWOT untuk meningkatnya kesehatan keluarga, perbaikan gizi, kesehatan lingkungan, pengendalian penyakit menular dan tidak menular serta kualitas pelayanan kesehatan

 

 

Faktor Internal

Kekuatan (S)

Kelemahan (W)

 

1. Adanya Sistem manajemen yang berlaku (akreditasi FKTP)

1. Keterbatasan jumlah tenaga dokter, tenaga perawat, bidan, tenaga administrasi umum dan pelaksana program dibidang beban kerja pelayanan UKP dan program UKM

2. Adanya Komitmen pimpinan

2. Kurangnya jenis peningkatan kapasitas (pelatihan) petugas yang sudah terpenuhi

3. Adanya Alat Kesehatan yang mencukupi untuk beragam jenis layanan (alat pemeriksaan umum, pemeriksaan penunjang EKG, pemeriksaan penunjang USG, pemeriksaan laboratorium canggih)

3. Keterbatasan anggaran operasional (listrik, air, internet, kebersihan, dll)

4. Adanya sarana yang memadai (gedung, kendaraan pusling, sarana IPAL)

4. Keterbatasan anggaran pemeliharaan sarana (gedung, alat kesehatan , kendaraan, IPAL, dll)

5. Adanya jenis ketenagaan yang mencukupi (dokter, apoteker, dokter gigi, perekam medis, perawat, bidan, ahli gizi, perawat gigi, sanitarian, analis medis, kesehatan masyarakat dan administrasi)

5. Rendahnya gaji/jasa pelayanan pegawai non PNS

6. Adanya akses yang mudah terjangkau masyarakat

6. Rendahnya kemampuan Puskesmas menjangkau peserta

JKN di luar wilayah Puskesmas

7. Adanya tarif pelayanan yang terjangkau dengan

subsidi dan non subsidi

 

8. Adanya layanan program yang mendukung promotif,preventif, kuratif dan rehabilitatif (pencegahan HIV, kanker leher rahim, hepatitis,

tuberkulosis, dll

 

asset